SEJARAH AKUPUNKTUR BAGIAN 1 - Desain situz.com

SEJARAH AKUPUNKTUR BAGIAN 1


Dari berbagai catatan sejarah dapat diketahui,pengobatan akupunktur dilakukan selama lebih dari 5000 tahun.sejak zaman batu didaratan tiongkok, orang menggunakan batu runcing sebagai alat untuk mengobati penyakit. Diduga sebagai permulaan dari pengobatan akupunktur. Memasuki zaman perunggu dan zaman besi,manusia mulai menggunakan logam sebagai jarum untuk menggantikan batu runcing tadi.dari zaman ke zaman,alat yg digunakan semakin berkembang. Demikian juga teknik penusukan turut berkembang dengan pesat.

Moksibasi ditemukan setelah manusia menguasai api.secara tidak sengaja sebagai akibat dari pekerjaan memanggang dan memasak,kadang-kadang karena kurang hati-hati,dapat mengalami terbakarnya salah satu bagian tubuh. Namun,tidak di sangka-sangka dengan terbakarnya bagian tubuh itu,justru penyakit yang diderita orang itu malahan menjadi sembuh.karena beberapa kali terulang hal yang demikian,orang pun kemudian berfikir,apakah mungkin dengan pemanasan bagian tubuh tertentu dapat menyembuhkan bermacam-macam penyakit. Maka, dicari bahan-bahan yang bersifat hangat untuk digunakan sebagai bahan moksibasi.

Titik-titik yang berkhasiat untuk pengobatan penyakit yang sama setelah dihubungkan,ternyata membentuk satu garis. Hal itu terdapat kesamaannya apabila di kaitkan dengan penemuan para ahli meditasi atau disebut ahli QIGONG. Garis-garis itu kemudian disebut JINGLUO atau meridian. Ahli akupunktur bersama dengan ahli qigong memberi sumbangan besar dalam menemukan dan melengkapi teori MERIDIAN.

Dari catatan sejarah dapat diketahui,ahli pengobatan 3000 tahun yang lalu mampu mengadakan rangkuman dari pengalaman pengobatan dengan akupunktur dan moksibasi. Dari penggalian benda bersejarah di Changsha ditemukan dua buku yang mencatat pengobatan moksibasi dengan teori meridian. Selain itu, tercatat jenis-jenis penyakit yang dapat di sembuhkan dengan akupunktur dan moksibasi. Salah satu buku pegangan adalah buku HUANGDI NEIJING yang di terbitkan sekitar abad ke-5 atau ke-3 sebelum masehi ( zaman Chunqiu Zanguo ). Buku ini merangkum pengalaman-pengalaman dan teori para ahli pengobatan sebelum zaman Chunqiu Zanguo. Dalam buku tersebut di uraikan secara rinci tentang Meridian,titik Akupunktur,indikasi akupunktur,kontra indikasi akupunktur dan cara pengobatan berbagai macam penyakit dengan akupunktur. Dengan terbitnya buku tersebut ilmu akupunktur secara teori lebih sempurna dan sistematik dan lebih ada pegangan dalam praktek.

Setelah terbit Huangdi Neijing, kemudian menyusul banyak sekali karangan mengenai akupunktur dan moksibasi, diantaranya yang menonjol adalah ZHENZIU JIAYI JING yang terbit pada tahun 265. Buku ini mengembangkan lebih lanjut teori dan praktek akupunktur dan moksibasi. Kemudian di jadikan sebagai dasar ilmu akupunktur. Selanjutnya buku TONGREN SHUXUE ZHENJIU TUJING yang terbit tahun 1026,karangan Akupunkturis terkenal pada zaman dinasti SONG, yang bernama WANG WEI YI. Dalam buku ini di adakan revisi secara besar-besaran terhadap 14 Meridian. Wang Wei Yi juga membuat dua perangkat model yang terbuat dari tembaga, yang menggambarkan 354 titik Akupunktur pada perjalanan Meridian. Buku ini mengembangkan lebih lanjut teori dan praktek akupunktur berdasarkan pengalaman-pengalamannya. Buku tersebut oleh pemerintah dinasti Song, ditetapkan sebagai Standar buku bahan ajaran.

Sementara itu, Qijing Bamai Gao yang terbit tahun 1564 merupakan buku yang di karang oleh ahli obat-obatan pada dinasti Ming. Buku ini secara khusus menguraikan perjalanan delapan meridian istimewa, lengkap dengan indikasi dan cara pengobatan penyakit yang menggunakan delapan meridian istimewa itu. Karena delapan meridian istimewa merupakan bagian penting dari sistem meridian, maka buku ini menjadi acuan yang penting dalam mempelajari ilmu akupunktur.

Pada pertengahan abad XX, akupunktur berkembang dengan pesat di Tionghoa sesuai dengan Tuntutan zaman serta perkembangan ilmu kedokteran modern. Tahun 1951 , didirikan lembaga penelitian akupunktur yang langsung berada di bawah Departemen Kesehatan. Kemudian di ibukota provinsi dan kota-kota besar, antara lain Beijing , Shanghai , Zhengdu , Nanjing , Xiamen , Fuzhou didirikan fakultas kedokteran tradisional . dan ilmu akupunktur dapat merupakan jurusan yang berdiri sendiri atau merupakan salah satu kurikulum yang harus di pelajari. Didaratan tiongkok dan Taiwan terdapat berpuluh-puluh Rumah sakit pengobatan tradisional yang memberikan pelayanan Akupunktur , bahkan Rumah sakit modern juga mempunyai bagian akupunktur. Tahun 1970-an , akupunktur mulai digunakan sebagai Anestesi. Pada masa itu juga ilmu akupunktur banyak di teliti lebih lanjut, baik dalam klinik maupun laboratorium, yang ditinjau dari multidisiplin, antara lain bedah syaraf,Kimia jaringan,patofisiologi nyeri, biokimia,psikologi, dan disiplin ilmu yang lain.

Imu akupunktur telah lama tersebar ke luar Tiongkok. Sebelum abad VI ilmu akupunktur sudah tersebar ke Korea. Beberapa sekolah mengajarkan akupunktur berdasarkan buku Zhenjui Jiayi Jing , dalam abad yang sama, tepatnya tahun 552 , Kasar Tiongkok pada saat itu menghadiahkan buku Akupunktur Zhenjing kepada Kaisar jepang. Tahun 562 seorang Ahli bernama ZHICONG membawa Mingtang Tu dan Zhenjiu Jiayi Jing melintasi laut timur memperkenalkan ilmu Akupunktur kepada rakyat Jepang. Sejak itu, Jepang banyak mengirimkan mahasiswa ke Tiongkok untuk mempelajari ilmu pengobatan. Ketika itu, untuk mendidik lebih banyak ahli Akupunktur, di jepang sendiri di berlakukan sistem pendidikan yang mirip sistem di daratan tiongkok. Pada abad VI juga, Akupunktur sudah di kenal di India. Pada abad XIV , Seorang ahli akupunktur yang bernama CHOUKENG dikirim ke Vietnam untuk memberi pengobatan kepada Raja dan keluarganya. Karena hasil terapi sangat baik dan cepat, sehingga Ahli akupunktur tersebut mendapat julukan ” Dewa Pengobatan” . Pada abad XVI Akupunktur di perkenalkan ke daratan Eropa. Sejak itu, banyak orang eropa yang datang ke daratan Tiongkok untuk mempelajari ilmu akupunktur. Negara Eropa yang paling banyak mempelajari ilmu akupunktur ialah. Prancis, diikuti oleh Jerman, Belanda,dan Inggris. Jumlah Akupunkturis di Prancis di perkirakan sudah melampaui 1000 orang. Banyak di antaranya adalah dokter Barat. Pada saat ini di Prancis terdapat lebih dari 10 Rumah Sakit Umum yang Mempunyai Bagian Akupunktur. Di samping itu , Prancis merupakan Negara Barat yang paling antusias mengadakan penelitian dibidang Akupunktur. Kegiatan tersebut menyebabkan Prancis banyak menghasilkan penemuan-penemuan baru dalam bidang itu. Antara lain penemuan Akupunktur Telinga. Di Amerika Akupunktur juga berkembang sangat pesat, banyak negara yang mengakui Akupunktur sebagai cara pengobatan yang Sah menurut Hukum. Dalam Asuransi Kesehatan, sebagian Badan Asuransi di Negara Barat mengakui Akupunktur sebagai salah satu cara penyembuhan yang dapat dipertanggung-jawabkan, jadi biayanya dapat ditanggung oleh Badan-badan tersebut.

Perkembangan Akupunktur di negara Republik Indonesia juga tidak ketinggalan dengan negara lain. Pada mulanya ilmu akupunktur dibawa ke Tanah Air oleh Perantau ,dan hanya mengobati kalangan mereka sendiri. Pada tahun 1963 , Departemen Kesehatan Republik Indonesia dalam rangka penelitian dan perkembangan cara pengobatan timur, termasuk ilmu akupunktur, atas instruksi Menkes , Prof. Dr. Satrio membuat Tim Riset pengobatan Tradisional Timur. Sejak saat itu , Praktek Akupunktur diadakan secara Resmi di Rumah Sakit Umum Pusat Jakarta, kemudian berkembang menjadi Sub bagian ,dibawah bagian Penyakit Dalam. Selanjutnya menjadi unit Akupunktur Rumah Sakit Dokter Cipto Mangunkusumo. Disamping memberi pelayanan poliklinik kepada penderita, Unit itu juga menyelenggarakan Pendidikan untuk menghasilkan dokter ahli akupunktur. Selain itu, pengobatan akupunktur diselenggarakan oleh badan Swasta, ahlinya dihasilkan dari pendidikan ahli-ahli dari Republik Rakyat Tiongkok. Badan Swasta yang terkenal, antara lain dijakarta terdapat Yayasan Akupunktur Umum dibawah pimpinan Almarhum HUANG LIAN SAN dan almarhum LIANG PEI JI . Di Surabaya terdapat Yayasan Husada dibawah Pimpinan Ahli Akupunktur Terkenal YANG YUAN YEN ( almarhum). 


CIRI KHAS KEDOKTERAN TIONGHOA

   Dalam perjalanan selama lebih dari 4000 tahun,ilmu pengobatan tionghoa yang mencakup akupunktur itu membentuk suatu sistem teori yang cara pendekatannya berlainan dengan kedokteran Barat. Kedokteran Barat condong merujuk pada pandangan MIKRO,  sedangkan kedokteran Tradisional Tionghoa lebih condong ke pandangan MAKRO, sehingga pada praktek kedokteran Barat lebih condong  ke Analisis KUANTITATIF, sedangkan kedokteran Tionghoa lebih condong ke analisis KUALITATIF,walau juga digunakan analisis semi kuantitatif.  Perlu diketahui walaupun teori kedokteran Tradisional Tionghoa masih jauh dari sempurna,namun sangatlah berguna dan dapat meningkatkan efek terapi apabila teori itu dapat di tetapkan dalam praktek Akupunktur, Karena ilmu kedokteran bukanlah ilmu pasti. Seperti halnya berbicara dalam suatu bahasa,cara yang paling tepat adalah berfikir menggunakan logika bahasa itu sendiri,dan bukan menggunakan logika lain. Demikian juga dalam menggunakan Akupunktur sebagai cara penyembuhan pasien, Penganalisisan penyakit,dan menegakan diagnosis,sebaiknya digunakan cara berfikir dan logika dalam teori kedokteran Tionghoa. Dengan berkembangnya ilmu kedokteran,baik Barat maupun Timur,akhir-akhir ini orang sering memadukan kedua macam pendekatan itu. Mengenai Hal ini diuraikan pada Bab Identifikasi Penyakit.

Ilmu kedokteran tradisional Tionghoa mempunyai dasar Filsafat tersendiri,sehingga mempunyai ciri khas dalam pendekatan yang berbeda dengan kedokteran Barat, antara lain di dalam fisiologi,patologi,etiologi,penganalisisan penyakit,cara menegakan diagnosis,cara pengobatan serta untuk pencegahan penyakit. Misalnya dalam Fisiologi,tubuh manusia di pandang sebagai kesatuan yang integral.  Walaupun organ dalam yang menurut fungsinya dapat di bagi menjadi ZANG  dan FU, namun terdapat hubungan yang sangat erat antara satu Zang dan Zang lainnya, satu Fu dengan Fu lainnya, antara Zang dan Fu,bahkan antara ZangFu dan anggota badan,antara Zangfu dan pancaindra serta dengan jaringan-jaringan lainnya.   Kesatuan tersebut terjalin karena antara mereka dihubungkan oleh sistem MERIDIAN,  sehingga dapat membentuk satu kesatuan yang integral dan terorganisasi rapi. Dalam Etiologi, penyebab penyakit dapat dibagi menjadi dua golongan besar.  Pertama, penyebab penyakit dari luar tubuh atau di sebut dengan enam patogen luar. Kedua, penyebab penyakit dari luar yang disebut tujuh macam emosi Abnormal.  Selanjutnya untuk mencari data penyakit sangat berbeda dengan kedokteran Barat, yaitu dengan berdasarkan asumsi, fungsi fisiologik dan perubahan Patologik yang terjadi dalam tubuh, pasti di manifestasikan keluar tubuh.  Maka digunakan empat cara Pemeriksaan, yaitu pengamatan,pendengaran/penciuman, amnesis dan perabaan. Kemudian data dari hasil empat pemeriksaan itu di analisis dengan pengelompokan sindroma kedalam delapan kaidah atau BAGANG, yaitu Sindroma YIN,YANG, BIAO,LI,HAN,RE , XU dan SHI. Karena pengobatan tidak hanya menghilangkan Gejala, tetapi juga lebih diarahkan untuk menghilangkan penyebab penyakit. Maka pengobatan berdasarkan Pengindentifikasian Sindroma itu adalah prinsip penting yang perlu di pegang teguh.

  Sebaliknya teori kedokteran Tionghoa juga berasumsi, lebih baik mencegah terjadinya penyakit daripada mengobati penyakit di kemudian hari. Untuk itu, di anjurkan melakukan tindakan-tindakan Preventif yang bertujuan untuk mencegah penyakit. Antara lain dianjurkan makan makanan yang bergizi dan seimbang secara teratur, bekerja dan berolahraga dengan teratur, serta menghindari emosi yang berlebihan. Dalam mengambil tindakan untuk mengobati pasien selalu memperhatikan situasi dan kondisi pasien, keadaan iklim tempat pasien tinggal dan lingkungan rumah tinggal pasien.

Ciri-ciri khas  dari ilmu pengobatan tradisional tionghoa dapat dirangkum menjadi konsep pandangan menyeluruh dan pengobatan berdasarkan Pengindentifikasian  Sindroma atau disebut  BIANZHENG LUNZHI , yang akan diuraikan secara mendetail  selanjutnya....BERSAMBUNG.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

2 Responses to "SEJARAH AKUPUNKTUR BAGIAN 1"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel